Kenali Para Pejuang Islam Di Era Modern (1)

Kenali Para Pejuang Islam Di Era Modern (1)

Sejak dulu kita sudah mempelajari tentang sejarah dunia Islam. Dimana adanya masa kekhalifahan dan juga adanya dinasti-dinasti islam yang berkembang dengan pesat melalui beberapa tokoh yang berperan besar untuk memajukan agama Islam ini. pada dasarnya sekali tokoh ulama seperti Ustad dan Ustadzah serta Kiyailah yang sering diketahui oleh beberapa masyarakat diluaran sana sebagai salah satu pejuang islam di era modern ini. apalagi dibantu dengan beberapa acara TV bertajuk islamiah yang dipandu langsung dengan para ustad ternama yang ada di Indonesia ini sendiri.

Selain itu, banyak sudah penyebaran melalui youtube seperti yang dilakukan oleh Dr. Zakir Naik yang membuat islam lebih dikenal baik oleh orang-orang diluaran sana. Dengan bermodalkan beberapa pertanyaan dari berbagai kalangan non muslim pun, Dr. Zakir Naik bisa membuat Islam dikenal baik di luaran sana dengan semua fakta yang dikeluarkannya melalui kitab Al-Qur’an yang memang menjadi pedoman teguh atas berdirinya agama islam ini.

Namun, dizaman modern seperti ini pun ada juga beberapa tokoh muslim yang membuat islam semakin terpandang lagi dan semakin luas lagi keberadannya. Siapakah tokoh-tokoh tersebut ? berikut ini bisa langsung kalian cek di bawah ini.

Tokoh Muslim Yang Membawa Pengaruh Besar Di Dunia

Mungkin sebagian dari kalian sudah mengenal tokoh ini dan sebagian lagi belum mengenalnya sebagai pejuang islam di era modern. Siapa dia ? mari baca hingga tuntas.

#1. Bernama : Syeikh Ahmed Al-Tayyeb

Tokoh pertama ini pernah menjabat sebagai presiden dari Universita Al-Azhar,Kairo. Namun, sejak dirinya mundur dari jabatannya tersebut, Syeikh Ahmed Al-Tayyeb ini diangkat menjadi seorang Imam besar di Al-Azhar. Di dalam jabatannya ini, ia pun sudah banyak mengkampanyekan tentang perdamaian. Dan dalam kampanyenya tersebut pun ia mentakan bahwa harus selalu ingat pesan dari Nabi Muhammad tentang konsep Kasih Sayang dan juga Perdamaian Dunia. Menurut ia, jika ada yang bertindak sebaliknya, maka orang tersebut telah melakukan kesesatan pada islam.

#2 Bernama :  Raja Abdullah II bin Al-Hussein

Merupakan berasal dari Yordania dan mendapatkan gelar sebagai “Pelindung dari Yerusalem “. Dirinya tidak hanya berhasil untuk meniti dari dua badai Timur Tengah yaitu peperangan antara Palestina dan juga Suriah. Namun, dirinya juga menawarkan diri sebagai pelindung pluralisme dalam islam. Dirinya selalu mempunyai gagasan mengenai toleransi serta mengharamkan yang namanya kebiasaan buruk seperti saling mengkafirkan satu sama lain.

#3 Bernama : Raja Salman Ibn Abdul Aziz

Selanjutnya datang dari Arab Saudi. Dimana tokoh muslim bernama Raja Salman ini berpengaruh kuat terhadap jaringan dakwah salafisme di Arab Saudi ang memang sudah dikelola secara profesional dan sudah menyebar diseluruh dunia ini. dimana dirinya ini sendiri juga berpegang pada statusnya sebagai penjaga kota suci umat muslim yaitu Mekkah dan Madinah. Maka dari itu, Raja Salman masuk dalam kategori tokoh muslim yang berpengaruh sekali tehadap islam di mata dunia.

 

#4 Bernama : Ayatollah Ali Khamenei

Dimana kurang lebih 28 tahun sudah ia memimpin Iran dibawah sistem dari wilayah Faqih. Dengan adanya ia, Iran bisa menjadi semakin kuat dan bisa menyeimbangi di Timur Tengah yang sudah didominasi pada Poros Arab Saudi, Israel, dan juga Amerika Serikat. Dan di tahun 2010 lah Khamenei ini mengeluarkan sebuah fatwa mengenai haramnya kaum syiah yang menghina atribut dari keagamaan sunni.

#5 Bernama : Raja Muhammad VI

Untuk tokoh muslim ini kita bisa belajar bahwasannya sistem monarki ini tidak harus bernafaskan pad otoriter. Di tahun 2011 silam, ia pun membuat suatu gagasan referendum konstitusi yang dimana isinya membatasi kewewenangan sendiri sebagai salah satu raja. Pengaruhnya untuk orang muslim ini ia tanamkan di salah satu Universitas Al-Karouine yang sebagian besar pengikutnya ini adalah Madzhab Al-Maliki di wilayah Afrika Utara.

 

#6 Bernama Ayatollah Ali Sistani

Ali Sistani sendiri di wilayah Irak sudah dianggap sebagai salah satu otoritas agama tertinggi bagi 21jt pengikut syiah disana. Sikap yang ia miliki merupakan sikap dalam menolak konsep Wilayatul Faqih ini menjadikan dirinya sebagai penyeimbang kekuatan terhadap Ayatollah Khamenei di wilayah Iran.