Ulama Yang Memiliki Jasa Besar Bagi Islam DI Indonesia

Ulama Yang Memiliki Jasa Besar Bagi Islam DI Indonesia

Presiden pertama kita yakni Ir. Soekarno pernah memeberikan pesan yang berisi Jasmerah, yang jangan sekali-kali melupakan sejarah. Hal ini dikarenakan negara Indonesia bsia sebesar ini berkat adanya hasil jerih payah dari para perjuangan para pahlawannya. Dari banyaknya pahlawan yang dilahirkan oleh bangsa Indonesia ini, ternyata ada beberapa ulama yang ikut turut berjuang didalamnya. Diantaranya ialah K.H. Ahmad Dahlan dn juga K.H. Hasyim Asy’ari yang sudah sangat terkenal dalam pembaruan islam yang lebih baik lagi.

Namun, yang sangat disayangkan ialah peranan besar dari ulama ini tidak banyak diekspos secara luas sehingga nama yang mereka miliki tidak begitu bergaung pada generasi muda bangsa. Untuk itu, kita akan bahas ulama-ulama tersebut yang memang memiliki jasa besar dalam pembangunan bangsa yang ada di Indonesia.

Siapa Saja Mereka ?

#1 Bernama H.O.S Cokroaminoto

Bernama asli Hadji Oemar Said Tjokroaminoto ini dikenal dengan “Guru Para Bapak Bangsa”. Tercatat sudah Soekarno, Muso, Alimin, Samaoen, Tan Malaka serta Kartosuwiryo pernah berguru kepada dirinya. Bisa dibilang, mereka semau ini adalah karya besar dari H.O.S Cokroaminoto. Dengan dimulai dari Soekarno yang memiliki paham nasionalis hingga Kartosuwiryo yang memiliki paham Islamis.

Cokroaminoto ini juga dikenal dalam dunia perkembangannya sebagai ketua untuk pertama kalinya pada Sarekat Islam atau “SI”. Dimana SI ini berkembang pesat untuk semua lapisan masyarakat tanpa adanya pembedaan strata. Banyak juga pedagang muslim dan juga pejuang Indonesia yang tergabung didalam SI. Dengan hasil pada masa itu Belanda emosi akibat telah berdirinya Organisasi ini. oleh Belanda sendiri, Cokroaminoto mendapatkan julukan “Raja Tanpa Mahkota”.

#2 Bernama Buya Hamka

Sudah tidak akan asing lagi untuk nama tokoh yang satu ini. bernamankan Haji Abdul Malik Karim Amrullah ini merupakan seorang ulama , sastrawan, sejarawan serta politikus yang berasal dari daerah Maninjau, yakni Sumatera Barat. Buya Hamka sendiri banyak melaksanakan kegiatannya di Muhammadiyah, SI, Partai Masyumi dan juga MUI. Puncaknya sendiri saat dirinya menjadi ketua dari MUI perama kalinya ketika organisasi ini didirikan tahun 1975 silam.

Buya Sendiri mewariskan buku dengan tema Agama Islam dan juga sastra sebagai salah satu hasil buah tangannya.  Hingga kini, buku-buku tersebut masih dinikmati oleh generasi penerus terutama dengan karyanya yang monumental yakni ; Di Bawah Lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wick hingga Tafsir Al-Azhar.

#3 Bernama M. Natsir

Dirinya merupakan seorang ulama dan juga politikus yang berasal dari daerah Solok, yakni Sumatera Barat. Dirinya banyak sekali di Ingat ketika bergelut di Konstituante dan juga menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia. M.Natsir sampai saat ini dikenang hingga sampai saat ini karena adanya Mosi Integral yang dikeluarkan tahun 1949.

Saat itu NKRI sedang mengalami perpecahan akibat adanya perubahan menjadi RIS. Dimana wilayah Indonesia ini terpecah menjadi beberapa negara bagian dan justru memperburuk keadaan tersebut. akhirnya dengan adanya mimbar Konstituante yang memberikan ruang bagi M.Natsir untuk mengeluarkan Mosinya  dalam pengupayaan pengembalian NKRI dengan seutuhnya.

#4 Bernama K.H. Wachid Hasyim

Adalah menteri agama RI untuk pertama kalinya pasca Indonesia merdeka. Selama masa jabatannya ini, dirinya banyak sekali membantu terhadap perkembangan pelajaran Agama Islam dilingkungan sekolahan yang ada. Dirinya merupakan peletak dasar pertama yang menginstruksikan pemberian pelajaran umum yang ada di madrasah dan juga pemberian pelajaran agama islam di sekolah umum maupun sekolah swasta.

Semenjak hal itu terjadi, pesantren semakin terbuka dengan memberikan ruang bagi hadirnya pendidikan umum seperti pesantren Tebuireng, Jombang. Yang menjadikan pesantren ini pertama kali membuka jenjang pendidikn setingkat SMP dan juga SMA. Upaya yang dilakukannya pun menghasilkan perguruan tinggi agama islam atau PTAIN, yang saat ini berkembang menjadi Institut agama islam negeri yakni IAIN. Dan hingga kina berubag menjadi universitas islam negeri atau UIN.

Itu tadi sedikit tokoh islam yang mempengaruhi perkembangan ajaran islam yang ada di Indonesia. Dengan jasa-jasanya yang besar ini, menghasilkan Islam menjadi lebih terpandang lagi tak hanya di Indonesia namun pembelajarannya juga sampai ke seluruh dunia yang ada.