Inilah Pejuang Islam Di Negara Indonesia

Inilah Pejuang Islam Di Negara Indonesia

Assalamualaikum semuanya, balik lagi nih sama admin terkece. Disini admin akan beritahu lagi kekalian beberpaa tokoh islam yang bisa dikatakan memiliki jasa yang besar dalam menjaga serta memperbarui islam yang ada di Indonesia ini. Dimana tokoh ini memang sangaat membantu dalam memperbarui islam di Indonesia dengan mereka mendirikan suatu organisai islam sebagai salah satu sarana perubahan dalam bidang kehidupan di Indonesia.

Berikut ini, adalah tokoh-tokoh islam yang berjasa sekali bagi perubahan islam yang lebih baik di Indonesia.

#1 Tokoh : K.H. Ahmad Dahlan

Jika kalian mengenal tokoh yangs atu ini, berarti aklian kenal dengan nama organisasi Muhammadiyah. Dimana organisasi islam ini dikatakan sangat penting di indonesia dan meamng didirikan langsung oleh Ahmad Dahlan tanggal 18 November 1912 silam. Tujuannya sendiri memang untuk menyebarkan pengajaran dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Selain itu, organisasi ini pun juga bergerak dibidang kemasyarakatan, kesehatan serta pendidikan daripada politik. Berasal dari Kauman, Yogyakarta. Organisasi ini kemudian meluas kedaerah lainya hingga ke luar jawa.

K.H. Ahmad Dahlan ini sendiri lahir di Kauman , Yogyakarta 1 Agustus 1868 dengan nama sebutannya adalah Darwis dan memiliki ayah bernama K.H. Abubakar yang merupakan seorang Khatib masjid besar yang ada di Kesultanan Yogyakarta. Sejak usia 15 tahun ketika berada di Mekkah, dirinya mulai berinteraksi dan juga tersentuh dengan adanya pemikiran pada pembaharuan Islam. Sejak saat itulah dirinya merasa bahwa islam perlu memiliki pembaharuan yang ada di kampung halamannya sana yang masih berbaur pada Sinkretisme dan juga Formalisme. Dengan awal mula dirinya merubah arah kiblat yang sesungguhnya hingga Robert W Hefner, Indonesianis Amerika ini menyatakan bahwa Dahlan merupakan sosok pembaharu Islam yang luar biasa di Indonesia.

#2 Tokoh : Ahmad Surkati

Tahun 1875 menjadi tahun lahirnya yang berada di Pulau Arqu ini sempat mengenyam pendidikan di Al-Azhar mesir sana. Kemudian dirinya datang ke Indonesia tepatnya ke Jawa di tahun 1911 bulan Maret. Ini bermula ketika ada yang yang meminta dari Jami’at Khair yakni organisasi yang didirikan oleh warga keturunan Arab yang ada di Jakarta untuk sekedar mengajar. Merasa tidak adanya kecocokan, maka dirinya pun keluar dan membangun sebuah madrasah yang bernama Al-Irsyad Al-Islamiyah di Jakarta 6 September 1914 silam. Tanggal ini menjadi tanggal berdirinya himpunan Al-Irsyad. Tujuannya sendiri untuk memurnikan islam dan juga bergerak dalam bdiang pendidikan dan juga kemasyarakatan.

Sejarawan asal Belanda G.F. Pijper dalam beberapa studinya yang membicarakan Islam memandang Il Irsyad ini benar-benar sebagai suatu gerakan pembaharuan yang memiliki kesamaan dengan gerak reformis yang ada di Mesir sebagaimana telah dilakukan oleh Muhammad Abduh dan Rashid Ridha.

#3 Tokoh  : Ahmad Hasan

Nama kecilnya adalah Hassan bin Ahmad yang lahir di Singapura tahun 1887 dengan keluarga campura Indonesia & India. Dari dirinya remaja, ia sudah bekerja mulai dari Buruh sampai ke penulis di Singapura maupun di Indonesia. Saat dirinya tinggal di Bandung, Ia bertemu dengan Mohammad Natsir yang dimana bersama untuk menerbitkan majalah pembela Islam dan Al Lisan. Dirinya juga mendirikan pesantren Persis yanga da di samping pesantren Putri untuk membentuk kader yang kemudian dipindahkan ke Bangli Jawa Timur.

Persis sendiri dibangun di Bandung 12 September 1923 yang dipimpin langsung oleh H. Zamzam dan H. Muhammad Yunus yang keduanya ini merupakan pedagang. Ahmad Hasan sendiri dikenal sebagai ulama pembaharu dengan memiliki pemikiran yang tajam dan juga kritis di dalam cara memahami Nah atau teks Al Qur’an maupun Hadits. Dalam hal inilah dirinya juga dirujukan sebagai pemerhati kajian islam.

#4 Tokoh : K.H. Hasyim Asy’ari

Lahir tanggal 14 Februari 1871, di Ngegedang Jombang, Jawa Timur merupakan pendiri dari Nahdlatul Ulama yang memiliki arti kebangkitan ulama. Dimana ini merupakan organisasi Islam terbesar yang ada di Indonesia. Dirinya mendirikan organisasi ini bersama Kyai Wahab Chasbullah tanggal 31 Januari 1926. Hasyim ini sendiri pernah belajar pada Syaikh Mahfudz yang berasal dari Termas , yakni ulama Indonesia yang menjadi pakar Ilmu hadis pertama di Mekkah. Ilmu inilah yang kemudian menjadi spesialis pesantren Tebuireng yang kelak didirikannya di Jombang sepulang dari Tanah Suci.

Lewat dari pesantren inilah K.H. Hasyim Asy’ari melancarkan mengenai pembaharuan Islam dengan sistem pendidikan keagamaan islam tradisional dengan memperkenalkan pengetahuan umum dalam kurikulum pesantrennya sejak tahun 1926 silam dengan adanya penambahan bahasa Belanda dan juga sejarah Indonesia.